Thursday, 29 September 2011

contoh kasus: job order cost method


Contoh Kasus :

  Metode harga pokok pesanan

Job Order Cost Method

 
SOAL 1

PT Gadjah Sakti adalah perusahaan yang bergerak dalam bidangpercetakan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Pada bulan September2004 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak kartu undangan sebanyak 2400 lembar dari PT Restu dengan hargayang dibebankan adalah Rp. 2000 perlembar ,- . Pada bulan yang samaperusahaan juga menerima pesanan sebanyak 100spandoek dari PT Insani dengan harga Rp.200.000 per buah.  Pesanan dari PTRestu diberi nomor  KU-01 dan pesanandari PT Insani diberi nomor SP-02.

Data Kegiatan dan Produksi

1.       Pada tanggal 4 September 2004 dibelibahan baku danpenolong dengan cara kredit yakni sebagai berikut :

Bahan baku

Kertas untuk undangan                             Rp. 1.350.000
Kain putih 600 meter                                 Rp. 4.125.000

Bahan penolong
Bahan penolong  X1                                 Rp.    300.000
Bahan penolong  X2                                         Rp.    170.000

2.      Dalam pemakaianbahan baku danpenolong untuk mem proses pesanan KU-01 dan SP-02 diperoleh informasisebagai berikut :
Bahan baku kertasdan bahan penolong X2 digunakan untuk memproses pesanan no KU-01, sedangkanbahan baku kaindan bahan penolong X1 dipakai untuk memproses pesanan no SP-02

3.      Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksimenggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sbb

Upah langsung untuk pesananKU-01 180 jam a. Rp.5000 dan upah langsung untuk  pesanan SP-02 menghabiskan sebanyak 1000jam  a. Rp.5000,-. Se- dangkan untuk upahtidak langsung adalah Rp. 2,9 juta.
Untuk gaji karyawan Bagianpemasaran dikeluarkan sebesar Rp. 7.500.000,- dan gaji karyawan administrasidan umum Rp. 4.000.000,-

4.      PencatatanBiaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOPsebesar 160 % dari biaya tenaga kerja langsung, baik pesanan KU-01 dan SP-02.

Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya denganpesanan di atas, adalah sebagai berikut

Biaya pemeliharaan gedung                      Rp.   500.000
Biaya depresiasi gedung pabrik                Rp. 2.000.000
Biaya depresiasi mesin                              Rp. 1.500.000
Biaya pemeliharaan mesin                         Rp. 1.000.000
Biaya asuransi gedung pabrik dan msn    Rp.   700.000

5.      Pencatatanharga pokok produk jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan no KU-01 telahselesai dikerja kan

6.      Pencatatanharga pokok produk dalam proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwauntuk pesanan no SP-02 masih dalam proses penyelesaian. 

7.      Pencatatanharga pokok produk yang dijual. Pesanan no KU-01 telah diserahkan kepadapemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit.

Diminta

Berdasarkan informasi diatas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan metode harga pokok pesanan.


Metode Harga Pokok Proses

Proces Cost Method

 Soal 1 

A.  Produkdiolah melalui satu departemen. Dalam keten tuan ini anggapan yang digunakan ;

·        Tidakterdapat persediaan produk dalam proses awal
·        Tidakterdapat produk yang rusak atau hilang dalam proses pengolahan.
·        Perusahaanhanya memproduksi satu macam produk.


CV Pribadi dalam pengolahan produknya dilakukansecara massal dan melalui satu departemen produksi. Berikut ini disajikan dataproduksi dan kegiatan selama bulan September 2004, yakni sbb ;

Produk yang dimasukkan dlm proses            5.000 unit
Produk jadi                                     3.800unit
Produk dlm proses dengan
tkt penyelesaian Bhn baku dan
penolong 100 %; biaya
konversi 40 %.                              1.200unit

Jumlah produk yang diproses                         5.000 unit


Data Biaya produksi
Berdasarkan informasi berikut ini adalah biaya produksiyang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut

Biaya bahan baku                                           Rp.  300.000
Biaya bahan penolong                                     Rp.  450.000
Biaya tenaga kerja                                           Rp.  513.600
Biaya overhead pabrik                                     Rp.  642.000

Total Biaya produksi                                     Rp. 1.905.600

Berdasarkan data tersebut di atas, maka tentukan

1.       Berapa biaya produksi per unit untuk mengolahproduk tersebut
2.       Tentukan berapa harga pokok produk jadi
3.       Berapa harga pokok produk dalam proses akhirbulan September 2004.
4.       Buatlah jurnal-2 yang diperlukan.

SOAL 2

B.   Produk diolah melalui lebih dari satudepartemen.

PT  Salima memiliki dua departemen produksi dalammengo lah produknya yakni departemen A dan departemen B. Berikut ini disajikandata produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut

                                                        Dept A             Dept B
Produk yangdimasukkan dlm
proses                                             50.000                -
Produkselesai yang ditran-
fer ke DeptB                                   40.000                -

Produkselesai ditransfer
Ke gudang                                               -              35.000

Produk dlmproses akhir  bulan
Dgn tktpenyelesaian bhn baku
Dan penolong100 %, bia-
ya tenagakerja 40 % dan
 BOP 35 %.                                      10.000                -

tktpenyelesaian biaya bhn pe-
nolong 60 %dan biaya
konversi 30 %.                                       -               5.000


Data Biaya produksi
Berdasarkan informasi berikut ini adalah biaya produksiyang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut



Biaya yangdikeluarkan selama bulan berlangsung adalah
Sebagaiberikut

                                        Dept A                     Dept B

Biaya bahan baku           Rp.   800.000                -
Biaya bahanpenolong    Rp. 1.150.000          Rp.   988.000
Biaya tenagakerja          Rp. 1.100.000          Rp. 1.241.000
Biayaoverhead pabrik    Rp.     870.000         Rp.2.044.000

Diminta ;

Berdasarkaninformsi di atas, maka tentukan

a.       Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkanoleh Departemen A
b.       Harga pokok produk selesai yang ditransfer keDepar teman B.
c.        Harga Pokok produk dalam proses akhir bulan.

Penyelesaian :

Metode Harga Pokok Pesanan
Job Order Cost Method


Jurnal-Jurnalyang Diperlukan

1.  Pencatatan Pembelian Bahan baku& penolong

PersediaanBahan baku                    Rp. 5.475.000
          HutangDagang                               Rp.5.475.000

PersediaanBahan penolong             Rp.   300.000  
          Hutang Dagang                               Rp.    300.000

2.  Pencatatan Pemakaian Bahan baku& penolong

BDP –Biaya bahan baku                 Rp. 5.475.000
          Persediaan Bahan baku                  Rp.5.475.000

BOP – Sesungguhnya                     Rp.   470.000
                Persediaan Bahan penolong           Rp.   470.000

3.  Pencatatan Biaya Tenaga Kerja

a.  Pencatatan biaya tenaga kerja yang terutang
Gaji danUpah                              Rp. 20.300.000
                Utang Gaji &  Upah                          Rp.20.300.000



b. Pencatatan Distribusi Biaya TK
Biaya TKLangsung                      Rp.   5.900.000
Biaya TK Tdk Langsung             Rp.   2.900.000
BiayaPemasaran                         Rp.   7.500.000
BiayaAdminist & Umum               Rp.   4.000.000
     Gaji dan Upah                               Rp.20.300.000

c.  PembayaranGaji dan Upah 
Utang Gajidan Upah                    Rp. 20.300.000
                Kas                                                 Rp.20.300.000

4.  Pencatatan Biaya Overhead Pabrik.

BDP –Biaya Overhead Pabrik          Rp.  9.440.000  
          BOP yg Dibebankan                        Rp.9.440.000  

BOP yangSesungguhnya                         Rp.   5.700.000
Persediaan bhn bangunan              Rp.    500.000
Akum. depresiasi gedung pabrik     Rp. 2.000.000
Akum. depresiasi mesin                  Rp. 1.500.000
Persediaan suku cadang                Rp.1.000.000
Persekot Asuransi                           Rp.    700.000

BOP ygDibebankan                          Rp.   9.440.000
          BOP yg Sesungguhnya                  Rp.9.440.000

Selisih BOP :

Untukmenentukan selisih BOP dicari dengan cara memban- dingkan antara jumlah BOPyang dibebankan dengan jml seluruh BOP yang sesungguhnya terjadi.

Berdasarkansoal di atas, selisih BOP dapat ditentukan dengan cara :

BOP yang Sesungguhnya:

Jurnal no #2                                           Rp.    470.000
Jurnal no#3b                                          Rp.  2.900.000
Jurnal no #5                                           Rp. 5.700.000
Jml BOP yangSesungguhnya                    Rp.  9.070.000

BOP yang Dibebankan                           Rp.  9.440.000
(Selisihpembebanan lebih)


Jurnal Selisih BOP

BOP yangSesungguhnya                       Rp.   370.000
SelisihBOP                                               Rp.   370.000

5.  Pencatatan Harga Pokok produk jadi (KU-01)
Persediaanproduk jadi                     Rp. 3.690.000
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp. 1.350.000  
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp.   900.000
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp. 1.440.000


6.  Pencatatan Harga Pokok produk dlm proses (SP-02)
Persediaanproduk dalam proses     Rp.17.125.000  
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp. 4.125.000 
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp. 5.000.000
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp. 8.000.000 

7.  Pencatatan Harga pokok produk yang dijual
HargaPokok Penjualan                     Rp.  3.690.000
Persediaan Produk jadi                           Rp.  3.690.000 

Piutang Dagang                                Rp.  4.800.000
                Harga Pokok Penjualan                   Rp.  4.800.000
Penyelesaian :

Metode Harga Pokok Proses
Proces Cost Method

1.  Perhitungan Harga Pokok produksi per unit

No.
Jenis Biaya
Jml Biaya
Unit Equivalen
Biaya/Unit
1.
Bia Bhn baku
Rp. 300.000
3800+(1200 x 100%)
Rp.   60
2.
Bia Bhn Penolong
Rp. 450.000
3800+(1200 x 100%)
Rp.   90
3.
Bia Tenaga Kerja
Rp. 513.600
3800+(1200 x   40%)
Rp. 120
4.
Bia Overhead Pabrik
Rp. 642.000
3800+(1200 x   40%)
Rp. 150.
Biaya Produksi Per Unit 
Rp. 420

2.  Harga Pokok produk jadi yang ditransfer kegudang yakni sebesar :
 3800 unit x  Rp. 420                  =      Rp. 1.596.000

3.  HargaPokok produksi yang masih dalam proses akhir

Biayabahan baku :
( 1200 x100% ) x Rp.   60         =      Rp.      72.000
Biayabahan penolong
( 1200 x100% ) x Rp.   90         =      Rp.    108.000
BiayaTenaga Kerja
( 1200x   40% ) x Rp. 120         =      Rp.     57.600
BiayaOverhead Pabrik
( 1200x   40% ) x Rp. 150         =      Rp.     72.000
JumlahHarga Pokok produksi   =      Rp.    309.600
yg masihdlm proses akhir


Jurnal-Jurnal yang Diperlukan.

1.   Jurnaluntuk mencatat biaya bahan baku:

BDP –Biaya  Bahan baku                 Rp.300.000.
          Persediaan Bahan Baku                 Rp.300.000


2.   Jurnaluntuk mencatat biaya bahan penolong :

BDP –Biaya Bahan Penolong          Rp. 450.000
          Persediaan Bahan Penolong          Rp. 450.000 

3.   Jurnaluntuk mencatat biaya tenaga kerja

BDP –Biaya Tenaga Kerja                Rp.513.600
          Gaji dan Upah                                 Rp. 513.600 

4.   Jurnaluntuk mencatat biaya tenaga kerja

BDP –Biaya Overhead pabrik          Rp. 642.000 
          Berbagai Rekening yang Di            Rp. 642.000 
                kredit.

5.   Jurnaluntuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang.

Persediaanproduk jadi                     Rp.  1.596.000
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp.
BDP- Biaya Bahan Penolong                  Rp. 
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp. 
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp. 

6. Jurnal untuk mencatat harga pokok produkyang masih dalam proses akhir :

Persediaanproduk jadi                     Rp.  309.600
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp.    72.000
BDP- Biaya Bahan Penolong                  Rp.  108.000
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp.   57.600
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp.   72.000


 Penyelesaian :
Metode Harga Pokok Proses
Proces Cost Method

·         ProdukDiolah melalui lebih dari Dua Departemen.

1.  Perhitungan Harga Pokok produksi per unit

No.
Jenis Biaya
Jml Biaya
Unit Equivalen
Biaya/Unit
1.
Bia Bhn baku
Rp. 800.000
40.000+(10.000x100%)
Rp.   16
2.
Bia Bhn Penolong
Rp. 1.150.000
40.000+(10.00 x 100%)
Rp.   23
3.
Bia Tenaga Kerja
Rp. 1.100.000
40.000+(10.00 x 40%)
Rp. 25
4.
Bia Overhead Pabrik
Rp. 870.000
40.000+(10.00 x 35%)
Rp. 20
Biaya Produksi Per Unit 
Rp.84

2.  Harga Pokok produk jadi yang ditransfer kegudang yakni sebesar :
 40.000 unit x  Rp. 84                        =      Rp.3.360.000

3.  HargaPokok produksi yang masih dalam proses akhir
yangDihasilkan pada Departemen A (10.000 unit)

Biayabahan baku :
( 10.000x 100% ) x Rp.  16               =      Rp.     160.000
Biayabahan penolong
( 10.000x 100% ) x Rp.  23               =      Rp.     230.000
BiayaTenaga Kerja
( 10.000x   40% ) x Rp.  25               =     Rp.     100.000
BiayaOverhead Pabrik
( 10.000x   35% ) x Rp. 20                =      Rp.       70.000
JumlahHarga Pokok produksi           =      Rp.     560.000
yg masihdlm proses akhir
4.  Perhitungan Biaya Produksi per unit yangDitambahkan oleh Departemen B yakni :


No.
Jenis Biaya
Jml Biaya
Unit Equivalen
Biaya/Unit
1.
Bia Bhn Penolong
Rp. 988.000
35.000+(5.000x60%)
Rp.   26
2.
Bia Tenaga Kerja
Rp. 1.241.000
35.000+(5.000 x 30%)
Rp.   34
3.
Bia Overhead Pabrik
Rp. 1.100.000
35.000+(5.000 x 30%)
Rp.   56
Biaya Produksi Per Unit 
Rp.116

5.Harga Pokok Produk selesai yang Ditransfer oleh Departemen B ke Gudang adalah :


35.000 x(Rp.116 + Rp. 84*)              =      Rp.  7.000.000

Catatan :  Rp. 84* adalah Harga Pokok yang dibawa dariDepartemen A

6.  HargaPokok produksi yang masih dalam proses akhir
yangDihasilkan pada Departemen B ( 5000 unit)

HargaPokok Produk dalam proses akhir yang berasal dari Departemen B
( 5000 xRp. 84)                         =      Rp.    420.000
Biayabahan penolong
( 5.000 x 60% ) x Rp.  26          =     Rp.       78.000
BiayaTenaga Kerja
( 5.000x  30% ) x Rp.  34          =     Rp.       51.000
BiayaOverhead Pabrik
( 5.000 x30% ) x Rp. 56            =      Rp.      84.000
JumlahHarga Pokok produksi   =      Rp.     633.000
yg masihdlm proses akhir


Produk Hilang Awal Proses


Contoh Kasus :

PT  Persada memiliki dua departemen produksidalam mengolah produknya yakni departemen I dan departemen II. Berikut inidisajikan data produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut

                                                        Dept I              Dept II
Produk yang dimasukkan dlm
proses                                             3.000                   -
Produk selesai yang ditran-
fer ke Dept B                                   2.500                   -

Produk selesai ditransfer
Ke gudang                                               -              2.100

Produk dlm proses akhir  bulan
Dgn tkt penyelesaian bhn baku
Dan penolong 100 %, biaya
Konversi 45 %                                   300                   -

Tkt penyelesaian biaya bhn pe-
nolong 70 % dan biaya
konversi 40 %.                                      -                  250
Produk hilang awal proses                  200                 150



Data Biayaproduksi

Berdasarkan informasi berikut ini adalah biayaproduksi yang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut
Biaya yang dikeluarkan selama bulan berlangsungadalah
Sebagai berikut


                                        Dept I                      Dept II

Biaya bahan baku           Rp.    350.000               -
Biaya bahan penolong    Rp.   406.000          Rp.    409.500
Biaya tenaga kerja          Rp.    500.650          Rp.   473.000
Biaya overhead pabrik    Rp.   711.450          Rp.    352.000

Diminta ;

Berdasarkan informsi di atas, makatentukan

d.       Hargapokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh Departemen I
e.       Harga pokok produk selesai yang ditransfer keDepar teman II
f.         Harga Pokok produk dalam proses akhir bulan yangdihasilkan oleh Departemen I
g.       Harga pokok produk selesai yang ditransfer kegudang
h.       Harga pokok produk yang masih dalam proses akhiryang dihasilkan oleh Departemen II


Penyelesaian : Kasus Produk Hilang


1.  Perhitungan Harga Pokok produksi per unit

No.
Jenis Biaya
Jml Biaya
Unit Equivalen
Biaya/Unit
1.
Bia Bhn baku
Rp. 350.000
2100+(300 x 100%)
Rp  125
2.
Bia Bhn Penolong
Rp. 406.000
2500+(300 x 100%)
Rp  145
3.
Bia Tenaga Kerja
Rp. 500.650
2500+(300 x   45%)
Rp  190
4.
Bia Overhead Pabrik
Rp. 711.450
2500+(300 x   45%)
Rp  270
Biaya Produksi Per Unit 
Rp. 730

2.  Harga Pokok produk jadi yang ditransfer kegudang yakni sebesar :
 2500 unit x  Rp. 730                  =      Rp. 1.825.000

3.  HargaPokok produksi yang masih dalam proses akhir

Biaya bahan baku :
( 300 x 100% ) x Rp.   125         =     Rp.      37.500
Biayabahan penolong
( 300 x100% ) x Rp.   145         =      Rp.      43.500
Biaya Tenaga Kerja
( 300 x  45% ) x Rp.   190         =      Rp.      25.650
BiayaOverhead Pabrik
( 300x   45% ) x Rp.   270         =     Rp.      36.450
JumlahHarga Pokok produksi      =      Rp.    143.100
yg masihdlm proses akhir

 4.  Perhitungan Biaya Produksi per unit yangDitambahkan oleh Departemen B yakni :


No.
Jenis Biaya
Jml Biaya
Unit Equivalen
Biaya/Unit
1.
Bia Bhn Penolong
Rp. 409.500
 2100 + (250 x 70%)
Rp.180  
2.
Bia Tenaga Kerja
Rp. 473.000
 2100 + ( 250 x 40%)
Rp.215  
3.
Bia Overhead Pabrik
Rp. 352.000
 2100 + ( 250 x 40%)
Rp.160  
Biaya Produksi Per Unit 
Rp.555

5.Harga Pokok Produk selesai yang Ditransfer oleh Departemen B ke Gudang adalah :


2.100  x (1.506,59) *                                 = Rp. 3.163.839

Catatan : 

Harga pokok produksi/satuan yg berasal
dari Dept  I                                                 =Rp.         730
Harga pokok produksi/satuan yg berasal
Dari Dept I stl adanya produk hilang dlm
Proses di Dept II sebanyak 250 unit
Adalah Rp 1.825.000 : ( 2500 – 150 )            =  Rp.        776,59

Penyesuaian harga pokok  produksi per              Rp.      1.506,59
Satuan produk yangberasal dari Dept I           

* Rp. 730 + 776,59


6.  Harga Pokok produksi yang masih dalam prosesakhir
yang Dihasilkan pada Departemen B ( 250unit)

Harga Pokok dari Dept A  250 x 776,59     =  Rp. 194147,5
Biaya bahan penolong
( 250 x 70% x Rp. 180)                              =  Rp.  31.500 
Biaya bahan tenaga kerja
( 250 x40% x Rp.  215                               = Rp.   21.500

Biayaoverhead pabrik
( 250 x40% x Rp. 160                                =  Rp. 16.000 

JumlahHarga Pokok produksi                      = Rp.263.147,5
  
yg masihdlm proses akhir

Jurnal-Jurnal yang Diperlukan.

1.   Jurnaluntuk mencatat biaya bahan baku:

BDP –Biaya  Bahan baku                 Rp.300.000.
          Persediaan Bahan Baku                 Rp.300.000


2.   Jurnaluntuk mencatat biaya bahan penolong :

BDP –Biaya Bahan Penolong          Rp. 450.000
          Persediaan Bahan Penolong          Rp. 450.000 

3.   Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja

BDP – Biaya Tenaga Kerja                Rp. 513.600
          Gajidan Upah                                 Rp.513.600 

4.   Jurnal untuk mencatat biayatenaga kerja

BDP –Biaya Overhead pabrik          Rp. 642.000 
          Berbagai Rekening yang Di            Rp.642.000 
                kredit.

5.   Jurnal untuk mencatat hargapokok produk jadi yang ditransfer ke gudang.

Persediaan produk jadi                     Rp.  1.596.000
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp.
BDP- Biaya Bahan Penolong                  Rp. 
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp. 
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp. 

6. Jurnal untuk mencatat harga pokok produkyang masih dalam proses akhir :

Persediaanproduk jadi                     Rp.  309.600
BDP- Biaya Bahan Baku                 Rp.    72.000
BDP- Biaya Bahan Penolong                  Rp.  108.000
BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs          Rp.   57.600
BDP- Biaya Overhead Pabrik          Rp.   72.000














1 comment:

  1. permisi kakak...
    mau tanya,...
    kalau mau pasang iklan disini bisa nggak ?
    makasih

    ReplyDelete